Kolokium jadi print

59 pages
60 views
of 59
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Kolokium jadi print
Tags
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.   Latar Belakang Pekalongan berada di daerah Pantura bagian barat sepanjang pantai utara Laut Jawa. Secara geografis Pekalongan terletak  pada 6º50’42” –    6º55’44” LS dan 109º37’55” –    109º42’19” BT. Kota Pekalongan terdapat 6 (enam) kelurahan yang batas utara wilayahnya berhubungan langsung dengan perairan Laut Jawa, yaitu: Kelurahan Bandengan, Kelurahan Kandang Panjang, Kelurahan Panjang Baru, Kelurahan Panjang Wetan, Kelurahan Krapyak Lor dan Kelurahan Degayu. Secara administratif enam kelurahan tersebut termasuk wilayah Kecamatan Pekalongan Utara. Kawasan Pesisir Pekalongan merupakan lokasi yang strategis karena dilalui oleh jalur pantura yang juga termasuk kedalam jalan akses primer masyarakat pesisir jawa. Seperti halnya di kawasan pesisir Pantura lainnya, aktivitas ekonomi dan tekanan penduduk yang berasosiasi dengan keinginan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan pada akhirnya akan memanfaatkan ruang spasial yang tersedia. Pesisir sebagai wilayah yang relatif mudah dijangkau akan menjadi sasaran untuk pengembangan aktivitas manusia (Marfai dan King, 2008a; Ward et al.,2011). Kawasan pesisir menghadapi  berbagai tekanan dan perkembangan serta perubahan, hal ini dapat menimbulkan masalah pada wilayah pesisir Pekalongan.  2 Dinamika pesisir yang tinggi akan membawa implikasi pada kehidupan dan pembangunan kawasan terutama pada perkembangan kota-kota pesisir (coastal city). Menurut Yunus (2002), ekspresi perkembangan kota yang  bervariasi sebagian terjadi melalui proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan non - fisik. Faktor fisik berkaitan dengan keadaan topografi, struktur geologi, geomorfologi, perairan dan tanah, sedangkan faktor non- fisik antara lain kegiatan penduduk (politik, sosial, budaya, teknologi), urbanisasi, peningkatan kebutuhan akan ruang, peningkatan jumlah penduduk, perencanaan tata ruang,  perencanaan tata kota, zoning, peraturan pemerintah tentang bangunan, dan lain-lain. Perencanaan aksesibilitas, prasarana dan sarana transportasi serta pendirian fungsi-fungsi besar, seperti industri dan perumahan, mempunyai pengaruh yang  besar terhadap perembetan fisik kota di area pinggiran. Peran dari pemerintah  juga sangat mempengaruhi perkembangan fisik area pinggiran kota dimana kebijakan yang dilakukan dalam bentuk arahan pengembangan kota ataupun rencana tata ruang kota cenderung diarahkan untuk mengisi lahan dan ruang kosong di area pinggiran kota. Masalah lain disamping tekanan pembangunan di wilayah pesisir Pekalongan, wilayah Pekalongan yang termasuk dalam Pantai utara jawa memiliki topografi yang landai merupakan kawasan yang sangat rawan terhadap kenaikan air laut. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan topografi di  pantai selatan Jawa yang relatif lebih curam. Beberapa ahli mengatakan kondisi geografis Pekal ongan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap  pemanasan global. Tingginya nilai kerentanan itu tidak terlepas dari kondisi  3 geomorfologi Pekalongan yang berupa pantai berpasir dan erosi pantai mencapai lebih dari 1 meter per tahun. Selain itu, kisaran pasang suratnya sekitar 0.7 meter. Berdasarkan kajian yang dilakukan Diposaptono (2009), penghitungan nilai risiko terhadap kenaikan paras muka air laut di Pekalongan rata-rata 2.4. Nilai tersebut dikategorikan sebagai daerah berisiko besar. Berdasarkan atas fenomena tersebut, maka perlu dilakukan langkah  penanggulangan permasalahan di Pekalongan terutama terkait dengan kerentanan terhadap bencana di wilayah pesisir berupa kajian Kerentanan Pantai Wilayah Pesisir yang terkait dengan fenomena erosi pantai dalam upaya mitigasi bencana di wilayah Pekalongan. Hasil dari kajian ini berupa indeks kerentanan pantai dan  peta kerentanan pantai wilayah pesisir Pekalongan. Metode dalam penentuan indeks kerentanan pantai berupa metode CVI (Coastal Vulnerability Index) dengan menggunakan sejumlah parameter penghitungan. Selain metode CVI digunakan juga teknologi penginderaan jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir Pekalongan. Penerapan teknologi PJ dan SIG mempunyai banyak keunggulan dan dapat memberikan hasil yang optimal diantaranya adalah memberikan kemudahan dalam analisa spasial karena area cakupan studi dapat meliputi daerah yang cukup luas, penelitian dapat dilakukan secara multitemporal dan multispectral dengan  biaya yang relatif murah dan cepat bila dibandingkan dengan survei terestris (Alesheikh et al., 2007; Chen et al., 2004; Tirkey et al., 2005,Wang, 2008; Van, 2009; Muslim 2011).  4 1.2.   Pendekatan Masalah Salah satu permasalahan yang muncul di pesisir Pekalongan, yaitu fenomena erosi pantai atau abrasi. Dampak dari erosi pantai mengakibatkan garis  pantai yang semakin berkurang, kerusakan ekosistem, dan kerusakan beberapa habitat yang terdapat di sekitar pantai, meskipun ada di beberapa yang mengalami  pertambahan garis pantai atau akresi. Laju perubahan garis pantai (laju erosi dan akresi) merupakan salah satu input penting penilaian kerentanan pantai dalam Metode CVI. Dalam banyak literatur mengenai CVI, penggunaan serta pengembangan metode ini digunakan dalam penilaian kerentanan pantai sebagai dampak kenaikan muka laut secara umum berjalan seiring dengan berkembangnya pendekatan analisis laju  perubahan garis pantai (Pendletton et al. 2010). Pendekatan metode CVI muncul dari upaya mengatasi banyak segi permasalahan kebutuhan metode penilaian  prediksi sebuah ukuran sistim alami pantai terhadap potensi kerentanannya terkait dampak perubahan muka laut. Penilaian ini sering menjadi pertentangan di antara para ahli terutama menyangkut pendekatan metode yang diterapkan (Gornitz et al. 1997; Thieler and Hammer-Klose, 2000; Pendletton et al. 2004A; 2005). Pendekatan CVI memiliki metodologi sederhana. Di samping itu  penerapan jumlah parameter (parameter) relatif sedikit dalam menyoroti suatu daerah yang memiliki kerentanan tertinggi. Hal ini menjadikan metode CVI  popular digunakan di banyak negara dalam penilaian kerentanan pantai terhadap  5 dampak kenaikan muka laut. Selain dua daftar keunggulan tersebut, metode CVI memiliki sejumlah daftar kekurangan. Salah satunya adalah bahwa luaran data numeriknya (ranking dan skor indeks) tidak dapat disetarakan dengan dengan dampak fisik tertentu (Thieler and Hammer-Klose, 2000). Kekurangan lain yaitu terbatasnya jumlah input parameter fisik yang digunakan dalam penilaian kerentanan dampak kenaikan muka laut (Abuodha and Woodroffe, 2006). Serta. pendekatan ini semata hanya mendasari penilaian pada  parameter fisik, tidak mempertimbangkan dampak peran manusia terhadap  perubahan lingkungan pantai dalam proses-prses fisik yang dinilai (Özyurt and Ergin, 2010). Menurut Susilo (2006) bahwa metode MCA atau metode sidik kriteria ganda (SKG) memiliki kemudahan dalam menganalisis indeks berstandarisasi di mana MCA dapat diterapkan terhadap berbagai komponen indeks yang berbeda  jenis, satuan, maupun bobot (weighting) dari tiap atribut indeks yang dianalisis. Di sisi lain, manfaat dan kegunaan data penginderaan jauh dari citra satelit Landsat seperti TM dan ETM+ dalam pemantauan kawasan pesisir, khususnya memetakan perubahan garis pantai, telah banyak dilaporkan (Ambarwulan et al. 2003; Ruiz et al. 2007). Perkembangan dewasa ini di bidang sistim informasi geografis (SIG) tentunya membawa dampak bagi perkembangan dan penyempurnaan tools yang diperlukan dalam analisis laju perubahan garis  pantai. Hal ini memberi kemudahan dan manfaat sinergis dalam pengintegrasian SIG dan teknik penginderaan jauh (inderaja) dalam kegiatan monitoring dan evaluasi serta pemetaan perubahan garis pantai. Terkait dengan kondisi tersebut
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks